Home / Tak Berkategori

Warga Menjerit Pertalite Di tingkat Eceran Tembus 14 Ribu Perliter, Solar10 Ribu SPBU Di Duga Dikuasai Pengerit Minyak

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagaralam,Garudapost.id–Keluhan masyarakat pagaralam terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan solar kembali mencuat. Ujang salah seorang masyarakat pagaralam penguna pertalite mengaku resah melihat harga Pertalite eceran yang kini mencapai Rp14.000 per liter, jauh di atas harga resmi yang ditetapkan pemerintah.kalo Rp12.000 dijual ditingkat eceran kita masih maklum ujarnya. ditambahkan dinal penguna solar juga mengeluhkan harga solar ditingkatkan eceran Tembus 10 ribu Perliter

Menurutnya, lonjakan harga di tingkat pengecer tidak terlepas dari maraknya aktivitas pembelian BBM subsidi menggunakan kendaraan bertangki modifikasi dan membeli secara berulang ulang yang diduga masih bebas beroperasi di sejumlah SPBU di Kota pagaralam.

“Ini sudah kelewatan. Pertalite eceran sekarang ada yang jual sampai Rp14 ribu per liter.solar 10 Masyarakat kecil yang jadi korban. Harusnya aparat jangan tutup mata,” ujar mereka kepada wartawan, senin siang (07/09/2026).

Ia menilai kondisi tersebut semakin diperparah dengan panjangnya antrean kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM subsidi dalam jumlah besar. Akibatnya, masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk keperluan sehari-hari harus rela mengantre lebih lama bahkan sering tidak kebagian saat Antrean di SPBU jadi terpaksa beli diecerqn dengan harga tinggi.

4 SPBU dikota pagaralam disorot

Berdasarkan pantauan langsung bahkan keluhan warga yang telah memviral di medsos sebelumnya, aktivitas kendaraan roda empat dengan tangki modifikasi masih terlihat mendominasi antrean di sejumlah SPBU, terutama di wilayah pagaralam bahkan didominasi oleh para pedagang minyak eceran yang ikut antre

Warga menilai keberadaan para pengerit BBM subsidi tersebut membuat distribusi Pertalite dan solar tidak lagi tepat sasaran. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena stok cepat habis di spbu.

“Kami sering lihat mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi dan para penjual minyak eceran antre berulang kali. Masyarakat biasa malah harus menunggu lama atau tidak kebagian,” ungkap seorang warga

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya rantai distribusi BBM subsidi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, mulai dari tingkat SPBU hingga ke pengecer.

Minta Aparat Bertindak Tegas

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum , pemerintah daerah, Pertamina, serta instansi terkait untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi.

Menurutnya, penindakan tidak boleh hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga harus menelusuri seluruh rantai distribusi apabila ditemukan indikasi penyimpangan.

“Kalau memang mau serius, putus mata rantainya dari hulu sampai hilir. Jangan cuma masyarakat kecil yang dirugikan terus. Ini sudah berlangsung lama dan semakin meresahkan,” tegasnya.

Ada Aturan dan Sanksi Tegas

BBM subsidi merupakan barang yang mendapatkan bantuan pemerintah dan penggunaannya telah diatur secara ketat dalam berbagai regulasi.

Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah dapat dipidana.

Pelaku dapat dikenakan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Selain itu, penggunaan kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi untuk memperoleh BBM subsidi dalam jumlah tidak wajar juga berpotensi masuk dalam kategori penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi apabila dilakukan untuk tujuan perdagangan atau keuntungan pribadi.

Masyarakat Minta Distribusi Diawasi

Warga berharap pemerintah, Pertamina, aparat kepolisian, TNI, hingga instansi pengawas lainnya dapat memperketat pengawasan di lapangan agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Mereka menilai jika praktik pengeritan dan penjualan kembali BBM subsidi terus dibiarkan, maka harga di tingkat pengecer akan semakin tinggi dan tujuan pemerintah memberikan subsidi untuk membantu masyarakat justru tidak tercapai.

“Subsidi itu untuk rakyat, bukan untuk dipermainkan segelintir orang yang mencari keuntungan. Kalau dibiarkan terus, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” pungkasnya

(red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

AKPERSI Minta Menteri Kehutanan Tinjau Ulang SK Hutan Produksi di Karangsia, SPH Warga Jadi Sorotan
Wali Kota Lubuk Linggau Bagikan Masker dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Alun-Alun Merdeka
STCK Tulis Tangan Yang Di Lakukan Dealer Yamaha Pagaralam , Tidak Bisa Dipertagung jawabkan Saat Kena Razia Oleh Satlantas  Pagaralam
Satresnarkoba Polres Lahat Amankan YBH Dekat Mes Karyawan PT ZEN Berikut BB Sabu Seberat 2,55 Gram
Kadiv OKK DPD AKPERSI Sumsel Angkat Stepmen, Wartawan Tidak Dapat Dipidana atas Karya Jurnalistik, Dewan Pers Satu-satunya Lembaga yang Berwenang Mengadili Sengketa Pers
Ketua DPD Sumsel Lembaga Seroja Indonesia Angkat Bicara Pemberitaan Pagaralam news SD N 49  KotaPagaralam
diduga melontarkan ancaman dan tekanan kepada awak media saat dimintai klarifikasi terkait dugaan pemotongan honor serta biaya transportasi petugas Sensus Ekonomi 2026
Abaikan Aturan, Oknum SD Negeri 49 di Kota Pagaralam Diduga Lakukan Jual Beli Baju Seragam

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:47

AKPERSI Minta Menteri Kehutanan Tinjau Ulang SK Hutan Produksi di Karangsia, SPH Warga Jadi Sorotan

Senin, 7 September 2026 - 23:48

Warga Menjerit Pertalite Di tingkat Eceran Tembus 14 Ribu Perliter, Solar10 Ribu SPBU Di Duga Dikuasai Pengerit Minyak

Senin, 7 September 2026 - 15:10

Wali Kota Lubuk Linggau Bagikan Masker dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Alun-Alun Merdeka

Jumat, 4 September 2026 - 19:14

STCK Tulis Tangan Yang Di Lakukan Dealer Yamaha Pagaralam , Tidak Bisa Dipertagung jawabkan Saat Kena Razia Oleh Satlantas  Pagaralam

Rabu, 2 September 2026 - 19:42

Satresnarkoba Polres Lahat Amankan YBH Dekat Mes Karyawan PT ZEN Berikut BB Sabu Seberat 2,55 Gram

Berita Terbaru